Logo SPS Punguan Simbolon Pande Sahata (SPS) Indonesia
BerandaTentang SPSMubes SPS 1966Tarombo SPS

Musyawarah Besar SPS (Simbolon Pande Sahata) tahun 1966

Tugu Simbolon Pande Sahata
Tulisan di bawah ini dikutip sesuai asli berdasarkan notulen dari hasil Mubes SPS tahun 1966.
MUSYAWARAH BESAR POMPARAN DARI SIMBOLON PANDE SAHATA se-INDONESIA PADA HARI SELASA tgl. 18-10-1966, bertempat di SIHOLI HOLI HUTANAMORA NEG. RIANIATE, TAPANULI UTARA
PANITIA SEMENTARA:
  1. M.A. Damianus Simbolon (Pensiunan) Smj. T.N.I.
  2. Muller Simbolon (Kepala Kampung Hutanamora)
  3. T. Bonar Simbolon (Kepala SD No. 1 Rianiate)
  4. A. Ugan Simbolon (Gr. Agama Katolik Rianiate)
  5. H. Hammat Simbolon (Pegawai I.P.D. Pangururan)
  6. R. Gajus Simbolon (Berdagang)
  7. Djaungkir Simbolon (Gr. Agama HKBP Rianiate)
SEKSI NOTULEN:
  1. Midian Simbolon (Pegawai SMEP Nainggolan)
  2. M. Hammat Simbolon (Pegawai I.P.D. Pangururan)
  3. T. Bonar Simbolon (Kepala SD No. 1 Rianiate)
ACARA I: Untuk Tanggal 18-10-1966
  1. Doa dari Agama
    • Doa dari Agama Katolik
    • Doa dari Agama HKBP
    • Doa dari Agama Islam
  2. Kata sambutan dari Panitia Sementara Musyawarah oleh M.A. Damianus Simbolon
  3. Memilih Pimpinan Sidang Musyawarah Besar hari pertama (I)
  4. Prasaran dari Penganjur2
    • Pengetua dari Bolahan Amak (2 orang)
    • Laporan dari Panitia semula hal Pembangunan Usaha Tugu
    • M.F. Simbolon (Ass Wedana Palipi)
    • F. Am. Peris Simbolon (Kepala Balai Pengobatan Medan)
    • R. Am. Timbul Simbolon (Direktur SMEA Nainggolan)
    • Djaendar Simbolon (Kodim Tangjung Balai)
    • Am. Sonti Simbolon (Pensiunan Peltu Medan)
    • Ir. Marham Simbolon (Kep. Kekutanan Prop. Bali)
    • Sutan Waldemar Simbolon (Pengusaha di Galang)
    • Baginda Johanis Simbolon (Pengetuai)
    • Kuet Simbolon B.A. (Di Medan)
    • Daulat Simbolon (Fakultas U.S.U. di Medan)
    • Manurung + Pandeangan (Selaku Rajani Tutur)
    • Siboro + Sarumpaet (Selaku Rajani Boru)
    USUL-USUL DARI UTUSAN:
    • Pande Raja Simbolon Pangururan (Bonapasogit)
    • Omp. Raja Iang Simbolon (Dairi)
    • Guru Sininta Simbolon (Barus)
    • Omp. Panjaitan Simbolon (Rianiate)
    • Raja Tarosik Ulubalang Simbolon
    • Omp. Debata Martimbang Simbolon
    • Omp. Juara Tahi Simbolon
    • Omp. R. Natinggir Simbolon
    • Omp. Mora Dolok Simbolon
    • Omp. Tuan Jojor Simbolon
    • Omp. Tahilan Simbolon Gelar Raja Bolon
    • Omp. Buntulan Simbolon
    • Omp. Tuan Dolok Simbolon
    • Omp. Sotarhahua Simbolon
    • Omp. Sahatlan Simbolon
    • Utusan dari Anak Rantau
  5. Kesimpulan kata sepakat atas pendirian tugu
  6. Pembentukan seksi2 perumus hasil2 Sidang Mubes
  7. Penutup
JALANNYA RAPAT
Sebelum rapat dibuka lebih dahulu dimintak diumumkan jumlah peserta sebagai berikut:
  1. Panitia Pengundang (8 Orang)
  2. Para Utusan (44 Orang)
  3. Para Undangan Penganjur (6 Orang)
Jumlah: 58 Orang
I. DOA DARI AGAMA
Pada jam 10.00 WIB, rapat dibuka dan didahului doa dari:
  • Doa dari Agama Katolik dilakukan oleh A. Ugan Simbolon (Guru Agama di Rianiate)
  • Doa dari Agama HKBP dilakukan oleh A. Aman Simbolon (Guru Agama di Rianiate)
  • Doa dari Agama Islam (tidak sempat hadir)
Selanjutnya Ketua Panitia Sementara M.A. Damianus Simbolon mengucapkan terimakasih atas hadirin dan para utusan lengkap marsasa ompu pada Musyawarah Besar Turunan Simbolon Pande Sahata ditatang oleh raja ni hula2 dan didukung oleh raja ni boru.
Maksud dan tujuan musyawarah kita ini telah untuk menyatukan / pendapat tentang pendirian Tugu/Patung Simbolon Pande Sahata sebagai jalan mempersatukan bagi turunan S.P.S. yang nanti dapat bergerak di bidang Sosial Ekonomi dan tidak bertujuan Politik, dan lain2 yang penting sehubungan dengan perkembangan jaman berpegang kepada kata susila kekeluargaan.
Hanya sekianlah kata sambutan dari kami Panitia dan selamat bermusyawarah.
II. MEMILIH PIMPINAN MUSYAWARAH BESAR PADA HARI I
Pemilihan dilangsungkan dan menurut suara bulat memilih saudara M.F. Simbolon (Ass. Wedana Palipi). Selanjutnya Pimpinan Sidang Mubes menyampaikan terimakasih kepada hadirin, terlebih kepada Tuhan Jang Maha Esa, Mudah2an Mubes keluarga Simbolon Pande Sahata dapat berlangsung dan mendapat hasil2 yang baik.
III. KATA PRASARAN DARI BOLAHAN AMAK
  1. Muller Simbolon (Kepala Kampung Hutanamora) lebih dahulu mengucapkan terimakasih kepada utusan/undangan, yang meringankan langkah untuk menghadiri Mubes S.P.S. dan mengharapkan kepada utusan2 agar satu mufakat untuk pendirian Tugu/Patung Ompu Simbolon Pande Sahata.
  2. M.A. Damianus Simbolon, dengan ucapan syukur dan terimakasih kepada Tuhan Jang Maha Esa yang memberikan waktu pada saat ini kepada turunan S.P.S. dan terimakasih pada Panitia yang memberikan kesempatan kepada pengetua bolahan amak untuk memberi prasaran.
    Selanjutnya menerangkan bahwa pada tahun 1955 Tugu/Patung S.P.S. telah mulai direncanakan oleh panitia lama yakni: P. Simbolon Cs dan telah dimulai pemungutan gugu dari beberapa rumah tangga dan langsung ternyata dengan adanya pundamen tempat Patung. Dan tahun 1961 Patung S.P.S. telah dibeli oleh M.A. Damianus Simbolon selaku Panitia Pembeli Patung S.P.S. menyusul usaha pertama. Maka justru karena itu saya mintakan pada turunan Nenek Moyang Simbolon Pande Sahata, yang diwakili oleh semua utusan2 lengkap marsasa ompu, agar dapat menyatukan pikiran untuk melanjutkan usaha pembangunan Tugu/Patung Ompu S.P.S.
IV. LAPORAN DARI PANITIA SEMENTARA
M.A. Damianus Simbolon, Ketua Panitia Sementara, lebih dahulu mengucapkan syukur yang tak terhingga ke hadirat Tuhan Jang Maha Esa Pengasih dan Pemurah, yang memberikan kesempatan kepada turunan Nenenk Moyang S.P.S. dapat berkumpul pada hari ini sesuai dengan surat undangan kami tertanggal 7 September 1966 No. 11/PTPS/1966. Selanjutnya mengatakan kepada Bapak2/Ibu2 dari keluarga S.P.S. yang tinggal di bolahan amak, yang sepakat memberikan bahan pertama untuk penyelenggara Mubes S.P.S. berlangsung hari ini dan seterusnya. Juga mengucapkan terimakasih kepada pengikut Mubes yang datang dari jauh yang tidak menghiraukan biaya perjalanan dan meninggalkan keluarga, tepat pada waktunya dapat menghadiri Mubes ini, dan mengikuti dari jarak dekat memberi tempo selama Mubes berjalan tidak mementingkan kerja di masing2 rumah tangganya. Juga mengucapkan terimakasih kepada Pandeangan raja ni hula2 dan Siboro raja ni boru, yang juga sukarela memberi dukungan kepada S.P.S. Selanjutnya mengucapkan terimakasih kepada saudara2 Panitia Sementara yang begitu payah melaksanakan segala perlengkapan dan keperluan Mubes, dengan tidak mementingkan/memperhitungkan jasa2 kerja.
Selanjutnya menerangkan ide usul mula pendirian Tugu/Patung Nenek Moyang S.P.S. yamg mana perincian2 sbb:
  1. Pada tahun 1955 empat orang penganjur2 terdiri dari: Ferdinan Simbolon, B. Johanis Simbolon dari Tanah Jawa, bekas Kepala Kampung Mulia Simbolon dan Kepala Kampung Liling Simbolon mengambil kata sepakat dan terus mengusahakan pendirian Tugu/Patung tersebut, sehingga bekas usaha ini telah disediakan kembali pundamen pendiriannya, sayang usaha ini buntu atau terkubur sebelum meninggal.
  2. Pada tahun 1961, sesudah melihat keadaan pendirian Tugu yang terkatung-katung dapat suatu kesimpulan mufakat pengetua-pengetua, bahwa Patung untuk S.P.S. dan istri dibuatkan kepada seni pahat. Dua patung terdiri dari Pande Sahata dan Istrinya dan biaya untuk ini dipinjamkan dari uang kepunyaan keluarga Omp. R. Golean Simbolon yang berasal dari Batu ni Sulang-sulang dan berjualan Rp. 10.580,- dengan nilai yang sama 105 kaleng beras (surat perjanjian tgl. 1 April 1962). Pertanggung jawab dalam hal penyaluran biaya ini dapat diperiksa pembukuan yang tersedia sekarang.
  3. Dari tahun 1962 oleh karena sesuatu hal sampai sekarang usaha untuk ini baru dimulai dengan Mubes sekarang ini dan kami dari Panitia Sementara dan chusus saya sendiri sebagai Ketua Panitia pada hari ini, juga di hadapan sidang yang mulia ini menyerahkan kepada seluruh pomparan dari S.P.S yang diwakili Bapak2 Saudara2 dari setiap marsasa ompu jadi atau tidak pendirian Tugu/Patung SPS ini dan sekaligus tanggung jawab atas ini bukan lagi dipikul hanya Panitia Sementara, tetapi dipikul kita bersama turunan Simbolon Pande Sahata. Sekianlah dan terima kasih.
V. PRASARAN DARI PENGANJUR2
  1. M.F. Simbolon (Ass. Wedana Palipi) lebih dahulu mengucapkan terima kasih kepada Panitia Sementara yang mengadakan usaha dalam Mubes ini dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Jang Maha Esa yang memberikan waktu tepat pada saat ini dapat bermusyawarah untuk menyatukan pendapat atas bangunan Tugu/Patung S.P.S.
    Antara lain menjelaskan supaya bangunan Tugu/Patung yang akan dilaksanakan hendaknya Tugu/Patung yang hidup dengan maksud tugu tersebut menjadi lambang persatuan/kesatuan. Justru di dalam kesatuan ini dapat melahirkan usaha2 pembangunan, pendidikan, sosial, dsb yang bersifat kekeluargaan dengan tidak mengandung segi2 politik yang berlawanan dengan tujuan negara kita. Maka dengan kepercayaan yang diberikan sidang yang mulia ini bagi saya sebagai pimpinan marilah kita sama2 memeras otak dan memberi pendapat untuk tujuan bersama. Sekian dan terima kasih.
  2. Kuet Allen Simbolon BA (Medan), lebih dahulu mengucapkan terima kasih kepada hadirin dan menerangkan sangat menyetujui atas bangunan Tugu/Patung S.P.S. dan menerangkan sangat bahwa di dalam kesatuan kelurga S.P.S. berkumpul pada hari ini sesuatu bangunan Koperasi dapat diperbuat untuk memajukan anak kita di dalam pendidikan. Tetapi untuk tujuan ini harus kita pelihara persatuan, kemauan dan kejujuran.
  3. Daulat Simbolon, mahasiswa Fakultas Hukum USU Medan. Mengucapkan terima kasih kepada hadirin yang begitu riah dari turunan S.P.S. untuk mengunjungi Mubes S.P.S. pada hari ini, selanjutnya menerangkan setelah berhadapan muka dengan utusan lengkap marsasa ompu dari turunan Nenek Moyang S.P.S. yang mana bangunan Tugu/Patung S.P.S. yang kita rumuskan pada hari ini saya sangat setuju.
  4. Ir. Marham Simbolon (Kepala Kekutanan Prop. Bali). Mengucapkan terima kasih kepada sidang Mubes S.P.S. dan atas pendirian Tugu sangat setuju atau sayang karena Dinas mendesak harus berangkat pada waktu Mubes bersidang ke Jakarta melalui surat.
  5. Dari Raja ni Hula2 (K. Pandeangan). Terutama mengucapkan terima kasih kepada semua utusan2 dari turunan S.P.S. yang begitu lengkap datang mewakili turunan Nenek Moyang (Amang Boru) Simbolon Pande Sahata bermusyawarah pada hari ini dan mempunyai satu sejarah sesuai dengan nama Simbolon Pande Sahata yang dapat diartikan: Simbolon adalah kebesaran, Pande ialah sebagai dalil dan Sahata adalah axsioma yang tak dapat digugat. Selanjutnya menerangkan bahwa pandangan dari Amang Boru yang tidak lupa mengundang dari hula2 walaupun dari fihak kami tidak begitu dapat memberikan bantuan materiel kepada pembangunan Tugu amang boru S.P.S., akan tetapi dengan doa kami mudah2an semua turunan S.P.S. diberkati Pahala S.P.S. untuk dapat melaksanakan pembangunan tugu tersebut.
  6. Dari Raja ni Boru (A. Peris Siboro). Terutama mengucapkan hormat dan terima kasih kepada turunan S.P.S. yang hadir dan yang tidak hadir dalam Mubes hari ini dan penghormatan atas undangan kepada fihak parboruon dari S.P.S. yang mana menurut sejarah dari dahulu marga Siboro, Ambarita, dan Nainggolan adalah boru Sihabolonan dari S.P.S. Maka dengan ini saya sampaikan kepada semua paman atau tulang yang hadir di sini dari turunan S.P.S. kami fihak boru bersedia membantu pembangunan Tugu/Patung S.P.S. ini dengan kemampuan kami. Kami fihak boru mengusulkan agar semua turunan Nenek Moyang kita S.P.S. bersedia sepakat turut melaksanakannya.
  7. Sutan Waldemar Simbolon (penganjur dari anak rantau). Lebih dulu mengucapkan doa syukur kepada Tuhan Jang Maha Pengasih yang melihat dan mengasihi turunan SPS dapat berkumpul dari semua tempat. (Renungan dan dalam atas ketinggalan turunan S.P.S. dalam segala bidang kemajuan air mata bercucuran).
    Selanjutnya mengucapkan terima kasih kepada hadirin yang begitu lengkap dan cukup banyak untuk menghadiri Mubes S.P.S. ini hari. Di dalam pembangunan Tugu dari Nenek Moyang kita Pande Sahata inilah suatu jalan mempersatukan segala turunan S.P.S., dan kita harus melihat bahwa kita ketinggalan jauh dari marga/suku lain di bidang pendidikan, ekonomi dan sosial, terlebih2 asrama tempat anak2 kita melanjutkan sekolahnya seperti di kota Medan dan Pematang Siantar. Memperhatikan anak2 dari S.P.S. sekarang ini saya dapat menganggap dan mengatakan "Apakah Nenek Moyang kita berdosa" sehingga anak2 dari keluarga S.P.S. tidak ada (jarang) yang dapat melanjutkan pendidikannya di tingkat lebih tinggi.
VI. SARAN DAN USUL2 DARI TIAP2 UTUSAN
  1. Utusan dari bona pasogit Pangururan Pande Raja diwakili oleh J.P.A. Daulat Simbolon terutama banyak menyampaikan terima kasih kepada Panitia Sementara yang berkeluh kesah mengambil suatu jalan dan menyampikan surat undangan pada kami untuk datang bermusyawarah pada tgl 18,19 dan 20 October 1966 selanjutnya mengucapkan terima kasih kepada semua anggi ni partubu dari turunan S.P.S. yang hadir pada ruangan yang berbahagia ini dan melihat banyaknya turunan S.P.S yang berkumpul pada ini hari, kami berpendapat bahwa usaha pendirian Tugu dari Nenek Moyang kita S.P.S. dengan murah bisa terlaksana. Akan tetapi oleh karena kesatuan yang selama ini tidak terdapat di antara kita maka pendirian tugu seperti yang dibeberkan oleh laporan dari Panitia Sementara telah begitu lama terkatung katung.